Do’s dan Don’ts dalam Dunia Marketing

Anda mungkin memiliki layanan atau produk terbaik di dunia, tapi apakah semua orang tahu tentang hal ini?

Bagaimana Anda menjangkau audiens yang tepat? Cukup sederhana jawabannya, yaitu marketing yang efektif dan tertarget.

Apa sebenarnya yang dimaksud marketing? Meski sering disamakan dengan sales, marketing mencakup riset, iklan, dan layanan pelanggan untuk mempromosikan bisnis, layanan, atau produk melalui berbagai saluran. Dengan begitu, pengetahuan kuat tentang praktik marketing yang baik sangat dibutuhkan dalam bisnis jenis apapun.

Berikut ini adalah dos dan don’ts yang perlu Anda ikuti untuk menciptakan strategi marketing terbaik.

Fokus pada kebutuhan pelanggan

Photo credit: Google

Yang paling utama, strategi marketing Anda harus fokus pada kebutuhan pelanggan dan jangan hanya pada layanan atau produk Anda.

Ini jadi aturan penting dalam marketing. Mindset Anda harus tentang bagaimana pelanggan bisa mendapat manfaat terbaik dari apa yang Anda tawarkan dan memenuhi kebutuhan mereka serta menyediakan solusi untuk masalah mereka.

Setelah Anda mampu melakukannya, kemungkinan Anda bisa menciptakan brand loyalty dan pelanggan terus datang kembali dan jumlahnya meningkat dengan cepat.

Jangan beritahu pelanggan betapa bagusnya Anda

Photo credit: Google

Mengirim pesan yang menyebutkan kalau Anda punya layanan yang paling baik bisa mengindikasikan Anda tidak punya hal yang unik. Anda perlu dengan jelas menginformasikan apa yang membuat bisnis Anda pilihan tepat untuk pelanggan. Ajukan pertanyan “Lalu kenapa?” dan cari jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini.

Jangan lupa untuk mempelajari market

Photo credit: Google

Merupakan sebuah langkah tepat untuk memahami industri Anda, kompetisi, dan demografinya. Mengetahui data tentang apa yang berhasil dengan baik dan kenapa bisa mempengaruhi strateg marketing akan menghemat waktu dan uang secara jangka panjang.

Baca juga  Tips Sukses Mengurus Keluarga dan Pekerjaan

Selain itu, jangan lupa pentingnya pengetahuan tentang produk. Anda perlu punya pemahaman mendalam tentang produk dan layanan Anda sendiri, dan lalu pastikan untuk mengkomunikasikan informasi itu dengan jelas dan simpel ke konsumen.

Lagi pula, bila Anda tidak mengetahui produk yang Anda punya, bagaimana Anda bisa menentukan target marketnya?

Juga penting untuk tahu apa yang sudah ada di pasaran untuk tahu apakah akan sesuai dengan pelanggan bisnis Anda.

Apa yang membuat Anda berbeda dari kompetitor? Kenapa pelanggan memilih produk Anda dibanding yang lain?

Mengetahui kekuatan kompetitor dan kelemahannya memberi Anda pemahaman lebih baik tentang bagaimana Anda memposisikan produk secara publik di market.

Kenali trend saat ini dan jangan merasa nyaman dengan posisi Anda yang sekarang. Bila Anda punya alat komunikasi yang paling up to date, Anda akan lebih efisien dalam mengkomunikasikan pesan marketing Anda.

Implementasikan strategi media sosial yang kuat

Photo credit: Google

Di era sekarang ini, perusahaan perlu memiliki kehadiran media sosial yang kuat. Menurut statistik, penggunaan media sosial meningkat dari 126 menit di 2016 menjadi 135 menit di 2017.

Ada berbagai sistem manajemen media sosial yang bisa Anda gunakan untuk bisnis. Sistem ini didesain untuk tiga tujuan utama, yaitu engagement, penjadwalan, dan laporan.

Hootsuite merupakan sistem manajemen paling populer yang menawarkan trial 30 hari gratis. Beberapa fiturnya menyertakan scheduling, monitoring, dan kurasi konten.

Sementara itu, Sprout Social adalah sistem manajemen sosial lain yang dapat membantu brand menambah follower dan meningkatkan engagement. Buffer juga platfom publishing konten yang menawarkan pilihan gratis untuk bisnis kecil.

Ada banyak sistem manajemen media sosial lainnya, jadi Anda bisa pilih yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca juga  Cara Cepat Untuk Jadi Langsing

Dalam hal jaringa media sosial, Facebook, Twitter dan Instagram diantara media sosial yang paling populer. Tiap situs media sosial menyajikan tujuan tertentu dan perusahaan Anda perlu tahu bagaimana memanfaatkan platform ini.

Misalnya, Facebook paling tepat untuk mengalirkan traffic ke website Anda. Twitter menyediakan berita terkini, dan Instagram jadi tool kuat untuk memberi identitas visual sebuah brand serta terhubung dengan influencer dengan jumlah follower banyak.

Jangan salah menggunakan multimedia

Photo credit: Google

Orang lebih memilih menonton video produk atau informasi empat kali lebih banyak dibanding membacanya, jadi menggunakan video di kampanye marketing jadi cara paling mudah untuk mendapat konsumen.

Video bisa menunjukkan bagaimana produk bekerja, proses layanan spesifik, atau bahkan membahas identitas brand. Selain itu, berbagai jenis video akan memberi tujuan berbeda.

Menurut sebuah penelitian, menggunakan video sebagai marketing tool akan terus berkembang. Diperkirakan hingga tahun 2020, sebanyak 80 persen traffic internet akan dihasilkan dari menonton video.

Buat kampanye marketing yang mobile friendly

Photo credit: Google

Perangkat mobil ukurannya lebih kecil, lebih ringan, dan lebih nyaman dibanding desktop atau laptop. Baik di dalam maupun di luar rumah, banyak orang menghabiskan waktu dengan gadget. Karenanya perusahaan perlu tahu bagaimana mengoptimalkan kampanye untuk pengaturan mobile.

Jumlah pengguna handphone di dunia lebih dari 5 triliun di tahun 2019. Juga diketahui 62 persen pengguna smartphone melakukan pembelian online menggunakan perangkat mobile di 6 bulan terakhir.

Jangan lupa manfaatkan email marketing

Photo credit: Google

Sebanyak 59 persen marketer mengatakan email adalah saluran marketing yang paling membantu untuk memperoleh revenue, jadi tidak heran kalau taktik simpel ini masih sangat dibutuhkan.

Ketika menerapkan strategi email marketing, perusahaan perlu membuat daftar email sendiri, bukan dengan membelinya. Perusahaan yang membeli daftar email sering kehilangan kredibilitas dengan cepat. Cara mudah untuk membangun daftar email adalah dengan menyediakan konten bermanfaat pada pesan email dan memberi insentif ke pengguna agar mereka mau berlangganan.

Baca juga  Yang Perlu Anda Tahu Sebelum Mulai Membangun Marketplace

Salah satu contoh strategi email yang tepat adalah dengan meminta pelanggan sign up di list mailing dan mereka mendapat 15 persen diskon di pembelian selanjutnya, serta 20 persen diskon dan ongkos kirim gratis saat mereka berulang tahun.

Selain itu, mereka akan jadi yang pertama tahu tentang produk baru serta penjualan terbaru. Insentif ini, dan kemudahan potensial lainnya bisa diterima melalui email, sehingga mendorong banyak pelanggan untuk berlangganan.

Kesimpulan

Photo credit: Google

Memiliki pengetahuan yang  solid tentang marketing penting untuk semua jenis bisnis. Marketing berarti lebih dari sekedar menjual produk atau layanan. Marketing yang sukses membutuhkan pemahaman yang solid tentang pasar, yakni pelanggan, produk, serta kompetisi.

Di era seperti saat ini, penting untuk menyertakan strategi media sosial pada marketing yang mencakup:

–          Menggunakan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram

–          Video yang informatif dan menarik

–          Kampanye marketing yang mobile friendly

–          Email marketing.

Tinggalkan komentar