Kesalahan Dalam Menggunakan Facebook Ads dan Cara Menghindarinya

Facebook Ad merupakan salah satu platform iklan yang tersedia saat ini. Sebanyak 92 persen marketer media sosial menggunakannya. Tapi apakah semua orang menggunakan platform ini dengan benar? Tidak juga.

Seperti semua aspek digital marketing, target untuk kesuksesan Facebook Ad selalu berubah. Tak ada marketer yang kebal dari melakukan kesalahan, terlebih di area  yang baru dan dinamis ini.

Mari kita lihat kesalahan dalam Facebook Ads yang mungkin Anda lakukan dan bagaimana Anda bisa menghindarinya di masa mendatang.

Tidak memahami tujuan dari iklan Anda

Photo credit: Google

Menetapkan tujuan marketing menjadi langkah awal ketika menciptakan Facebook Ad. Dengan begitu banyak pilihan berbeda untuk dipilih, bagaimana Anda bisa yakin Anda memilih yang tepat?

Perhatikan tujuan akhir. Apa yang Anda ingin pengguna Facebook lakukan? mempelajari lagi tentang brand Anda, mengunjungi website, atau mengkonversi sebuah penawaran? Menentukan apa yang jadi tujuan akhir Anda pada iklan akan membantu Anda memilih tujuan iklan yang Anda butuhkan.

Memilih tujuan yang salah tidak hanya membuat Anda salah memilih jalan di Ad Manager tapi juga menyebabkan Anda menghabiskan banyak uang untuk sesuatu yang tidak Anda inginkan.

Menargetkan audiens yang salah

Photo credit: Google

Facebook Ad punya kemampuan penargetan yang baik di dunia digital karenanya dianggap kuat dan efektif, tapi banyak dari kita secara konsisten fokus pada audiens yang salah.

Bagaimana Anda bisa yakin telah menargetkan individu yang tepat?

Lakukan survey pelanggan. Cari tahu demografi dasar pelanggan saat ini, seperti usia, lokasi, gender, perilaku belanja, gaya hidup, fungsi kerja, dan sebagainya. Ini akan membantu Anda mendapat pandangan lebih baik tentang siapa pembeli Anda dan juga memfilter melalui Facebook Ad manager.

Menargetkan audiens terlalu luas atau terlalu sempit

Photo credit: Google

Ketika menciptakan iklan, pastikan untuk memperhatikan ukuran audiens untuk melihat apakah Anda menargetkan terlalu banyak atau terlalu sedikit orang. Untuk melakukan ini lihat jangkauan potensial Anda.

Baca juga  Trik Membuat Bisnis Kecil Terlihat Lebih Besar

Bila iklan dibuat untuk menjangkau ratusan ribu atau jutaan orang, tanyakan pada diri sendiri apakah realistis bila mereka tertarik membeli apa yang Anda tawarkan langsung? Bila jawabanya tidak, persempit audiens dengan memilih demografi tambahan.

Sebaliknya, Anda juga jangan menurunkan audiens terlalu banyak sehingga jumlahnya terlalu kecil. Anda perlu bermain dengan penargetan untuk bisa sesuai dan tepat.

Untungnya, Facebook menyertakan informasi ketika Anda berada di zona aman dalam hal ukuran audiens.

Menyertakan mereka yang sudah konversi

Photo credit: Google

Kesalahan ini sering terjadi. Lihat penawaran yang ingin Anda promosikan di iklan dan lihat apakah Anda sudah mengeluarkan orang-orang yang sudah melakukan konversi. Cara paling mudah melakukan ini adalah menciptakan daftar mereka yang telah mengunjungi halaman ucapan terima kasih.

Gunakan pilihan Custom Audience untuk mengeluarkan orang-orang ini agar tidak melihat iklan Anda. Dengan begitu Anda tidak membuang uang atau membuat leads merasa kesal.

Menyepelekan pentingnya gambar

Photo credit: Google

Gambar bertanggung jawab untuk 75 sampai 90 persen performa iklan. Waktunya untuk lebih memperhatikan visual yang Anda gunakan pada Facebook ads. Facebook menawarkan beberapa format iklan dan kebanyakan punya pilihan untuk menyertakan setidaknya satu gambar. Bila Anda memilih format iklan slideshow, Anda bisa sertakan beberapa gambar untuk membantu menarik perhatian pengguna dan meningkatkan kesempatan konversi.

Gambar dilihat dan diserap lebih dulu sebelum teks dibaca. Ini tidak mengherankan, karena gambar adalah cara bagus untuk menarik perhatian pembaca ketika mereka melihat news feed.

Tapi bagaimana Anda memilih gambar yang tepat?

Ingat untuk selalu memperhatikan tujuan dari iklan Anda. Gambar harus punya hubungan jelas dengan penawaran, produk, atau layanan yang Anda promosikan. Memilih foto acak yang tidak memberi nilai pada penawaran tidak akan membantu menyampaikan pesan Anda, meski menarik perhatian mata.

Gambar yang Anda pilih harus juga bersih dengan sedikit teks. Anda bisa gunakan layanan gratis seperti Canva, untuk menyesuaikan gambar iklan agar bisa lebih menarik.

Baca juga  Program Ramadhan 1437 H di Ratakan

Keliru tentang headline

Photo credit: Google

Banyak orang berpikir headline adalah bagian paling mudah dari sebuah iklan. Anda cukup menyatakan apa yang Anda tawarkan, bukan? Ternyata salah.

Headline Anda harus menjelaskan keuntungan di balik produk atau layanan jadi orang lebih tertarik mempelajari apa yang Anda tawarkan.

Selain itu, jangan lupa, headline yang lebih pendek, lebih baik. Headline sepanjang 40 karakter atau lebih pendek, menerima engagement hampir 86 persen.

Nilai proposisi yang tidak jelas

Photo credit: Google

Nilai proposisi yang unik menentukan apakah orang akan membaca lebih banyak tentang produk Anda atau menekan tombol “back”.

Meski beberapa iklan Facebook kecil, masih punya nilai proposisi. Bila penawaran Anda tidak bisa dibaca atau dipahami dalam 5 detik, mereka tidak akan menggunakannya.

Untuk memastikan iklan punya nilai proposisi, fokuslah membuat konten yang:

  • Jelas dan mudah dipahami
  • Komunikasikan hasil yang pengguna dapat dengan membeli produk atau layanan
  • Hindari kata klise seperti “paling” dan jargon bisnis
  • Jelaskan bagaimana produk atau layanan Anda berbeda atau lebih baik dari kompetitor lain.

Lupa menggunakan Facebook pixel

Photo credit: Google

Facebook Ad pixels merupakan cara mengagumkan untuk mengukur hasil pada website. Dari data yang Anda kumpulkan Anda bisa belajar bagaimana audiens berinteraksi dengan Anda di luar platform Facebook untuk bisa lebih baik menyampaikan iklan dan terus menjual ke mereka.

Cukup ikuti petunjuk untuk menciptakan Pixel ketika mengatur iklan dan lalu tambahkan kode ke halaman situs dimana konversi terjadi. Pixel bisa digunakan untuk 3 fungsi utama:

  • Membangun audiens custom dari website agar Anda bisa memasarkan kembali ke mereka
  • Mengoptimasi iklan untuk konversi
  • Melacak konversi di website atau halaman event dan menyertakannya ke iklan.

Bila Anda belum menggunakan Facebook pixel, mulailah sekarang. Anda bisa kehilangan kesempatan menargetkan iklan ke orang yang telah ada di website Anda atau sudah mengunjungi landing page penawaran tapi tidak melakukan konversi.

Baca juga  Cost Per Milion

Pengguna ini sudah familiar dengan brand Anda, dan iklan yang menargetkan mereka akan meningkatkan kesempatan konversi.

Tidak menambahkan caption pada iklan video

Photo credit: Google

Apa Anda perhatikan bagaimana video mulai auto play, tanpa suara, ketika Anda pause atau menggulung di Facebook feed? Ini karena 80 persen orang bereaksi negatif baik pada platform atau pengiklan ketika video secara otomatis diputar dengan suara.

Facebook mendapati 41 persen video tidak punya arti tanpa suara dan membuat Anda sia-sia menciptakannya. Anda perlu desain iklan dengan sound off dan membuat caption. Tipografi dan caption pada iklan video meningkatkan waktu tonton rata-rata 12 persen.

Mengirim iklan ketika tidak ada yang online

Photo credit: Google

Apakah penawaran Anda masuk akal untuk disodorkan ke audiens target di sepanjang waktu, termasuk malam hari dan akhir pekan? Bila tidak, sesuaikan waktu penayangan iklan Anda.

Masuk ke Audience Insights dan lihat kapan kebanyakan pengguna sedang online. Lalu pilih “Run ads on a schedule” pada bagian Ad Scheduling. Anda bisa pilih hari dan waktu spesifik untuk mengirim iklan jadi Anda tidak buang uang percuma untuk waktu yang traffic-nya rendah.

Langkah ini sangat penting untuk mengantarkan iklan ke orang dan waktu yang tepat. Tak perlu menayangkan iklan di saat tidak ada orang yang melihat.

FB ADS TEMPLATE BOSS – PLR Version adalah ribuan paket template iklan Facebook dengan lisensi PLR di mana selain bisa menggunakan paket ini sendiri, member bisa menjual ulang produk ini sebagai produk digital mereka, menggunakan untuk bundle, atau menggunakannya untuk bonus Affiliate produk.

Semua paket yang kami sediakan dalam format powerpoint, sehingga editable hanya dengan 3 langkah mudah. Pilih design, edit, dan sesuaikan, maka design siap digunakan.

Satu pemikiran pada “Kesalahan Dalam Menggunakan Facebook Ads dan Cara Menghindarinya”

Tinggalkan komentar