5 Cara Mengajarkan Bahasa Asing ke Anak

Ingin mengajarkan bahasa asing ke anak? Mempelajari bahasa asing jadi semakin populer di seluruh dunia. Dengan begitu banyak manfaat, semakin banyak orangtua yang mengajarkan anak bahasa asing. Tapi tidak semua tahu cara terbaik melakukannya.

Orangtua bilingual bisa lebih mudah mengajarkan anak bahasa kedua. Tapi untuk orangtua yang tidak punya kemampuan bahasa tambahan dan ingin mengajarkan bahasa asing ke anak bisa mengalami kesulitan.

Berikut ini 5 langkah yang bisa Anda terapkan ketika mengajarkan bahasa asing ke anak:

Perkenalkan bahasa asing sejak dini

mengajarkan bahasa asing
Photo credit: Google

Langkah awal untuk mengajarkan bahasa asing ke anak adalah dengan memulainya sedini mungkin. Mulailah saat ini juga, berapapun usia anak Anda. Tiap bayi bisa belajar bahasa asing bila mulai diperkenalkan sejak lahir.

Banyak yang berpendapat “periode kritis” dimana kemampuan anak untuk belajar bahasa baru akan hilang ketika anak bertambah besar. Ini tidak berarti semakin besar anak membuatnya  tidak bisa belajar bahasa asing. Ini hanya berarti akan sedikit lebih sulit bagi mereka.

Memperkenalkan bahasa asing sejak dini akan memberi anak kesempatan terbaik untuk menguasai bahasa asing ketika mereka bertambah besar.

Mulai ajarkan dasarnya

mengajarkan bahasa asing
Photo credit: Google

Meski ketika Anda tidak menguasai bahasa asing yang Anda ajarkan, Anda bisa mulai dari hal yang mendasar. Dengan hanya mendengar bahasa asing yang ingin dikuasai bisa membantu anak terbiasa.

Coba pelajari warna dan bentuk bersama, belajar berhitung bersama, dan bernyanyi. Beri label benda-benda di rumah menggunakan bahasa asing dan ajak anak berlatih mengenalnya.

Satu cara paling efektif untuk mengajarkan anak bahasa asing adalah dengan mendengarkan musik. Karenanya, jadikan lagu sebagai backsound  dan setelah beberapa lama anak akan mulai melantunkan kata-kata dalam lagu yang ia dengar.

Baca juga  Cara menggunakan WhatsApp untuk Bisnis

Lakukan aktivitas yang anak suka dan buat belajar bahasa jadi menyenangkan. Anak belajar lebih baik ketika mereka bersenang-senang. Baik dengan bermain games atau menggambar, manfaatkan waktu bermain bersama untuk memperkenalkan kosa-kata baru.

Manfaatkan sumber bahasa asing

Photo credit: Google

Ketika mengajarkan anak bahasa asing, sumber bahasa asing jadi teman terbaik Anda. Anda bisa cari di internet mulai dari buku bahasa asing, aplikasi bahasa, games atau aktivitas lainnya. Anak bisa menonton kartun favorit dalam bahasa asing di TV atau melalui gadget.

Baca artikel lainnya tentang Twitter untuk bisnis.

Cari dukungan dari luar

Photo credit : Google

Dukungan dari luar bisa sangat membantu ketika Anda tidak menguasai bahasa asing yang Anda ajarkan. Cari kursus bahasa asing di sekitar Anda. Pelajaran dari penutur asli akan sangat membantu, meski bila anak hanya bisa menghadiri beberapa kali dalam seminggu. Belajar bahasa asing hanya bisa berhasil dengan sering terekspos dan sumber yang cukup.

Cari kesempatan untuk berlatih bahasa asing

Photo credit: Google

Meski kelas bahasa atau material belajar lain bisa jadi bantuan yang positif untuk belajar bahasa asing, Anda perlu cari cara agar anak bisa mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Tidak cukup hanya dengan mendengarkan atau mempelajari kata. Anak perlu menggunakan bahasa untuk  bisa menguasainya.

Mungkin mengikuti kegiatan pertukaran pelajar bisa jadi cara tepat untuk mengajarkan anak bahasa asing. Penutur asli di lingkungan yang alami akan membantu anak belajar bahasa di cara yang alami dan memberi mereka banyak waktu untuk berlatih.

Anda bisa bergabung dengan orang yang bicara bahasa asing di kelompok media sosial atau melakukan perjalanan ke negara dimana bahasa ini digunakan.

Carikan anak sahabat pena dari negara yang menggunakan bahasa asing agar ia bisa berlatih menulis dan belajar tentang budaya dan bahasanya juga.

Baca juga  Program Ramadhan 1437 H di Ratakan

Kenapa anak perlu belajar bahasa asing?

Berikut ini beberapa alasan kenapa anak perlu belajar bahasa asing:

Membantu perkembangan otak anak

Photo credit: Google

Penelitian menunjukkan orang dengan bilingual lebih baik dalam melakukan tugas yang multi tasking dan kegiatan yang membutuhkan perhatian dibanding orang yang monolingual.

Pemeriksaan otak menunjukkan mereka punya lebih banyak area abu-abu, yakni area otak yang dilibatkan dalam fungsi eksekusi. Hipotesisnya adalah usaha untuk selalu memilih bahasa yang tepat di waktu yang tepat memberi latihan mental yang membuat anak berlatih fokus dan perhatian.

Manfaat ini muncul di awal, penelitian baru menunjukkan bahkan bayi kurang dari usia 1 tahun yang diperkenalkan banyak bahasa menunjukkan pola kognitif berbeda di otak dibanding anak monolingual.

Bahkan, beberapa penelitian berpendapat cara terbaik untuk punya anak lebih cerdas adalah dengan memperkenalkan berbagai bahasa ketika anak masih kecil.

Meningkatkan kemampuan bahasa ibu

Photo credit: Google

Dulu orang meyakini ketika anak belajar bahasa asing, ini akan membuat anak bingung. Sekarang, penelitian menunjukkan kalau anak yang belajar bahasa asing bisa lebih baik dalam bahasa ibu dibanding anak yang bukan bilingual.

Penelitian lain menunjukkan anak yang belajar bahasa kedua mulai membaca lebih awal, dan keuntungannya meningkat ketika semakin dini ia diperkenalkan ke bahasa asing. Selain itu, anak bilingual lebih baik dalam mengidentifikasi tata bahasa yang salah pada kalimat dibanding anak monolingual.

Meningkatkan empati

Photo credit: Google

Dr. Katherine Kinzler, di Cornell University, menguji anak monolingual dan anak bilingual untuk mengerjakan tugas yang mengharuskan mereka mempertimbangkan perspektif orang lain untuk memahami artinya. Anak dengan lingkungan bilingual melakukan tugas lebih baik dibanding anak monolingual.

Anak di lingkungan multilingual punya pengalaman sosial yang memberi mereka latihan rutin dalam mempertimbangkan perspektif orang lain. Mereka harus berpikir tentang siapa yang bicara bahasa mana, siapa yang memahami kata, dan waktu serta tempat dimana bahasa berbeda diucapkan.

Baca juga  Program Ratakan

Lebih mudah menguasai bahasa asing ketika anak masih kecil

Photo credit: Google

Kita tentu pernah mendengar kalau bayi seperti spon ketika belajar bahasa. Penelitian menunjukkan ada periode kritis dalam pemerolehan bahasa, dimana otak berada di kondisi prima untuk belajar. Setelah masa pubertas kemampuan pemerolehan bahasa menurun.

Penelitian di University of Washington menunjukkan di usia 8 hingga 12 bulan, bayi mulai fokus di satu suara yang terjadi di bahasa ibu mereka, dan kehilangan kemampuan ini di bahasa lain. Tapi bila bayi diperkenalkan bahasa asing, ia memperoleh kemampuan untuk membedakan suara keduanya.

Di usia 7 atau 8 tahun, anak bisa belajar bahasa asing dengan tata bahasa yang lancar. Setelah periode kritis ini kemampuan menguasai bahasa asing perlahan menurun.

Dan setelah anak belajar bahasa asing, akan lebih mudah baginya mempelajari hal lain. Jadi  bila Anda ingn anak menguasai bahasa asing, mulailah sedini mungkin untuk membuatnya lebih mudah.

Bantu anak kuasai bahasa Inggris dengan Master Vocabularies. Master Vocabularies adalah produk belajar kosakata Bahasa Inggris yang dibuat untuk membantu siapa saja yang ingin menguasai bahasa Inggris dengan lebih cepat dan lebih mudah.

Tinggalkan komentar