Membangun Aset Dengan List Building

Apa itu List Building?
List = daftar, Building = membangun. Jadi list building itu = membangun daftar.

Apa pun bisnis Anda saat ini, jika Anda senantiasa membangun database (daftar) calon klien dan pelanggan dan terus berhubungan dengan mereka, maka Anda sedang melakukan list building secara konvensional.

Di internet, proses ini dipermudah dengan adanya alamat email dan tools email marketing.

Apabila menjangkau 50ribu konsumen adalah hal yang repot dilakukan di dunia nyata, maka menjangkau 50rb email via internet cuma butuh waktu kurang lebih 10 menit untuk mengetik dan 1 detik untuk mengirim.

List buiding sangat bangus dalam membangun bisnis apapun dari Product creator dan Affiliate biasanya.

Dalam membangun list buiding di perlukan yang namanya proses, tentu dalam membangun list building di perlukan modal untuk membangun itu.

Dari menyewa provider emailnya sampai bentuk promosinya, umumnya untuk menangkap list building di perlukan optin news letter untuk menangkap email dan untuk promosinya bisa menggunakan media periklananan seperti Google adword, facebook marketing,bing ads dan lain sebagainya.

Istilah-istilah penting dalam list building :

– Leads : orang, user, konsumen, pelanggan, buyer, calon prospek yang masuk ke dalam list.
– Optin form : form yang dibuat untuk ‘menangkap’ leads. Biasanya terdiri dari 2 kolom, nama dan email.
– Single optin: sistem input form satu kali. Artinya emai akan langsung masuk list ketika disubmit. Biasanya rentan dengan leads yang tidak valid karena bisa saja alamat email yg dimasukkan salah dan sembarang.
– Double optin: sistem input form dengan konfirmasi. Artinya setiap email yang masuk harus dikonfirmasi dengan klik link konfirmasi dari email yang secara otomatis dikirim oleh sistem. Leadsnya pasti valid sehingga tingkat respon akan lebih baik.
– Thank you page: laman yang muncul setelah leads mendaftarkan diri. Bisa disetting sesuai keinginan. Pada sistem double optin, laman ini biasanya berisi perintah untuk melakukan konfirmasi.
– Confirmation page: hanya ada pada sistem double optin. Laman ini muncul ketika leads mengklik link konfirmasi pada emai yang diterima. Isinya bisa macam-macam sesuai keinginan.
– Newsletter: email yang dikirimkan kepada list.
– Open rate: prosentasi email yang dibuka oleh leads.
– Click rate: prosentasi klik yang dilakukan oleh leads yang membuka email.
– Bounce rate: prosentasi newsletter yang tidak sampai kepada leads karena berbagai faktor. Biasanya pada sistem single optin, angka bounce rate akan tinggi.
– Unsubscriber: leads yang memutuskan untuk keluar dari list karena berbagai alasan, bisa merasa terganggu, email tak relevan atau tak merasa pernah mendaftarkan diri.
– Squeeze Page : Landing Page yang bertujuan khusus hanya untuk List Building (menangkap leads)

3 pemikiran pada “Membangun Aset Dengan List Building

  1. Wah ini cocok banget diterapkan pd bisnis online, tak perlu repot dgn seo dulu…

    Jk sdh terbangun list maka:pemasaran akan:lebih maksimal

  2. Saya sangat tertarik mempraktekan list building, terutama email list. Saya rasa email list punya konversi penjualan yang sangat tinggi dibanding list-list lainnya. Bagaimana menurut admin ?

Tinggalkan komentar